1. CUBLAK-CUBLAK SUWENG
1.1 Pengertian Cublak-cublak Suweng
Nama cublak-cublak suweng diambil dari kata cublak yang berarti tempat, dan suweng yang berarti hiasan telinga. Jadi perminanan cublak suweng adalah permainan meyembunyikan hiasan telinga di suatu tempat.
1.2 Sejarah Permainan Cublak-cublak Suweng
Cublak-cublak suweng berasal dari Jawa Timur, permainan ini diciptakan oleh salah seorang wali songo yaitu Syekh Maulana Ainul Yakin atau biasa yang biasa dikenal Sunan Giri pada tahun 1442 masehi. Tujuannya adalah untuk menyebarkan agama islam khususnya di pulau Jawa.
1.3 Daerah Permainan di Mainkan
Permainan cublak-cublak suweng ini merupakan salah satu permainan tradisonal anak di jawa khusunya Jawa Timur yang biasa dimainkan oleh beberapa anak secara berkelompok. Permainan ini dapat dimainkan dimana saja dan kapan saja. Permainan anak-anak ini berkembang hingga wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
1.4 Manfaat Permainan Cublak-cublak Suweng
Manfaat yang dapat diperoleh dari permainan ini adalah anak di ajari untuk jujur. Hal itu dapat dibentuk pada saat tebakan siapa yang menggenggam kerikil. Anak yang membawa harus jujur mengakui jika tebakan temannya benar atau salah. Selain itu, nilai yang dapat dibina pada permainan ini yaitu nilai kewaspadaan dan tanggung jawab. Nilai kewaspadaan dapat dibina kektika anak yang menjadi pemimpin teman mainannya harus waspada jangan sampai kerikilya tidak diketahui temannya yang jadi "dadi". Sedangkan nilai tanggng jawab dalam permainan ini yaitu setiap peserta mampu mejalankan setiap peran sesui dengan aturan main dalam permainan.
Manfaat lain yang dapat diperoleh dari permainan tersebut yaitu:
2. LIPAN atau KELABANG BUTA
2.1Sejarah Permainan Lipan atau Kelabang Buta
1.1 Pengertian Cublak-cublak Suweng
Nama cublak-cublak suweng diambil dari kata cublak yang berarti tempat, dan suweng yang berarti hiasan telinga. Jadi perminanan cublak suweng adalah permainan meyembunyikan hiasan telinga di suatu tempat.
1.2 Sejarah Permainan Cublak-cublak Suweng
Cublak-cublak suweng berasal dari Jawa Timur, permainan ini diciptakan oleh salah seorang wali songo yaitu Syekh Maulana Ainul Yakin atau biasa yang biasa dikenal Sunan Giri pada tahun 1442 masehi. Tujuannya adalah untuk menyebarkan agama islam khususnya di pulau Jawa.
1.3 Daerah Permainan di Mainkan
Permainan cublak-cublak suweng ini merupakan salah satu permainan tradisonal anak di jawa khusunya Jawa Timur yang biasa dimainkan oleh beberapa anak secara berkelompok. Permainan ini dapat dimainkan dimana saja dan kapan saja. Permainan anak-anak ini berkembang hingga wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
1.4 Manfaat Permainan Cublak-cublak Suweng
Manfaat yang dapat diperoleh dari permainan ini adalah anak di ajari untuk jujur. Hal itu dapat dibentuk pada saat tebakan siapa yang menggenggam kerikil. Anak yang membawa harus jujur mengakui jika tebakan temannya benar atau salah. Selain itu, nilai yang dapat dibina pada permainan ini yaitu nilai kewaspadaan dan tanggung jawab. Nilai kewaspadaan dapat dibina kektika anak yang menjadi pemimpin teman mainannya harus waspada jangan sampai kerikilya tidak diketahui temannya yang jadi "dadi". Sedangkan nilai tanggng jawab dalam permainan ini yaitu setiap peserta mampu mejalankan setiap peran sesui dengan aturan main dalam permainan.
Manfaat lain yang dapat diperoleh dari permainan tersebut yaitu:
- Membangun sportifitas anak
- Melatih kemampuan untuk jeli mengamati dan membaca keadaan sehingga dapat menebak dengan benar.
- Anak belajar bernyanyi
- Sebagai media untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan temannya.
1.5 Pesan Moral Lagu Cublak-cublak Suweng
Untuk mencari harta kebahagiaan sejati janganlah manusia menuruti hawa nafsunya sendiri yang serakah, tetapi semuanya kembalilah kehati nurani, sehingga sehingga harta kebahagiaan itu bisa meluber melimpah menjadi berkah bagi siapa saja.
1.6 Deskripsi Permainan
Cublak-cublak suweng merupakan permainan yang dimainkan minimal 3 orang, dan akan semakin menarik jika dimainkan hingga 7 orang atau lebih. Permainan ini dimulai dengan menentukan salah satu dari peserta permainan untuk menjadi Pak Empo (tokoh utama dalam prmainan ini). Pak Empo bertugas mencari sebuah kerikil, atau batu kecil yang akan disembunyikan peserta lain. Sebelumnya Pak Empo berbaring telungkup ditengah-tengah peserta, kemudian peserta lain menaruh telapak tangannya menghadap keatas di punggng Pak Empo.
1.7 Cara Bermain
Pertama yang harus dilakukan dalam permainan ini adalah anak-anak berkumpul bersama, kemudian menentukan siapa yang akan menjadi Pak Empo dengan cara gembreng atau hompipah. Anak yang kalah dalam hompipah maka ia yang akan menjadi Pak Empo berbaring telungkup di tengah, sedangkan yang menang atau yang lainnya akan duduk dan mengelilingi Pak Empo. Masing-masing anak elain Pak Empo meletakkan tangannya dengan posisi mengadah di punggung Pak Empo. Salah satu anak memegang biji kerikil dan dipindah darri telapak tangan satu ke telapak tangan lainnya diiringi lagu Cublak-cublak Suweng.
Sambil bernyanyi, kerikil atau biji dipindahkan dari tangan satu ke tangan yang lain, setelah kalimat bait berakhir "sir sir pong dele gosong" serahkan biji atau kerikil ketangan seorang anak untuk disembunyikan kedalaam genggaman kedua tangan masing-masing, pura-pura meyembunyikan kerikil, sambil menggerk-gerakkan tangan. Pak Empo bangun dan menebak di tangan siapa biji atau kerikil di sembunyikan. Bila tebakan benar, anak yang menggenggam biji atau kerikil disembunyikan. Bila tebakannya benar, anak yang meggenggam biji gantian menjadi Pak Empo . Bila salah, Pak Empo kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi.
1.8 Permainan Cublak-cublak Suweng Dalam Pembelajaran dikelas
Permainan ini memiliki manfaat yang snagat besar bagi pertumbuhan anak terutama untuk diajarkan dan dienalkan kepada anak-anak autisme. Dimana anak-anak autisme akan belajar memahami belajar arti kejujuran, bernyanyi, belajar untuk tanggung jawab. meningkatkan kewaspadaan dan menyimpan rahasia. Selain itu anak dapat mengenal nama-nama temannya. Dengan permainan ini dapat membantu anak untuk berekspresi yang sesui ketika bermain dan suasa belajar pun menyenangkan. Mereka juga akan lebih senang karena mereka tidak akan cepat jenuh dan tidak berasa bosan, dikarenakan mereka tidak menyadari bahwa dalam permainan mereka juga dapat belajar.
2. LIPAN atau KELABANG BUTA
2.1Sejarah Permainan Lipan atau Kelabang Buta
Permainan Lipan Buta atau Kelabang Buta merupakan permainan modifikasi dari permainan Bergandengan Tangan. Teknis permainan bergandengan tangan adalah memindahkan barang dari ujung satu ke ujung lain dengan posisi tangan bergandengan. Dapat dikatakan perminan tersebut sangatlah sederhana, karena permainan hanya dituntut untuk memindahkan benda dari ujung satu ke ujung lainnya dngan bergandengan tangan. Sederhananya permainan tersebut dapat mengakibatkan pemain merasa jenuh karenan tantangan yang diperoleh sagatlah sedikit. Melihat sangat ederhana permainan tersebut, maka anggota UKM Pramuka Rencana Jelantik Jempiring UNDIKSHA, Permainan ini kemudian dimodifikasi menjadi permainan Lipan atau Kelabang Buta. Permainan Lipan atau Kelabang Buta ini merupakan permainan menemukan benda disekitar dengan bergandengan tangan dan salah satu ujung rantai diam di rumah ntuk menunggu benda yang ditemukan anggotanya (tidak boleh bergerak dan berpindah tempat), sedangkan ujung lain ditutup matanya dan bertugas untuk menemukan benda.Kelompok yang lebih dahulu menemukan benda di sekitar (benda yang dicari telah ditemukan) sejumlah anggota kelompoknya akan keluar sebagai pemenang.
2.2 Manfaat Dalam Permainan Lipan atau Kelabang Buta
Secara umum, permianan bermanfaat sebagai hiburan, menghilangkan kejenuhan di tengah-tengah tugas yang mereka hadapisetiap harinya, untuk saling megenal teman sebayanya, dan memperoleh kebugaran demi kesehatan jasmani. Namun, selain itu permainan Kelipan atau Kelabang Buta juga bermanfaat dalam kehidupan berorganisasi ataupun sebagai media pembelajaran bagi siswa dalam kehidupan sosial.
Tujuan permainan ini adah untuk menciptakan team building, energizier, dan communcation.
Manfaaat yang diperoleh dari permainan Lipan atau Kelabang Buta adalah sebagai berikut:
Mengajarkan cara berkomunikasi yang efektif dalam menyelesaikan masalah. Dalam permainan Lipan atau Kelabang Buta, siswa dituntut atau belajar untuk berkomunikasi yang baik dengan teman-temannya dalam memecahkan masalah. Kita ketahui bersama, jika komunikasi berjalan dengan tidak baik, maka dapat menimbulkan kesalahan persepsi dan timbul adanya konflik sebagai akibat adanya kesalah pahaman antar individu-individu itu sendiri dalam suara kelompok.
Peserta akan memahami dalam hidup bermasyarakat/kelompok dibutuhkan adanya kontrak sosial, seperti adanya kesepakan siapa yang akan menjadi pemimpin. Hal tersebut untuk menjamin kelangsungan dan kelancaran hidup sehingga tujuan hidup akan tercapai. Dalam permainan, peserta menentukan terlebih dahulu siapa yang akan menjaga rumah , peserta yang ditutup matanya, dan siapa yang bertugas mengarahkan teman yang ditutup matanya tersebut untuk menemukan benda yang dicari. Demikian pula dengan kehidupan sosial, dalam masyarakat kita harus menentukan seorang pemimpin dari kelompok kita sehingga nantinya dapat mengarahkan anggotanya menuju tujuan yang ingin dicapai.
Memupuk kerja sama yang baik dengan sesama, sepeerti yang kita ketahui manusia tidak bisa hidup sendiri dalam memecahkan suatu masalah tersebut. Dalam problem manusia senantiasa hidup bekerja sama memecahkan masalah tersebut. Dalam permainan Lipan atau Kelabang Buta kita diajarkan untuk bekerja sama dalam memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan. Dalam pemecahan suatu masalah tersebut , siswa belajar mengesampingkan kepentingan pribadi untuk mencapai kepentingan bersama. Kita belajar mengahargai pendapat orang lain, belajar dengan bertukar pendapat sehingga tanpa disadari, selain masalah yang dihadapi dapat terselesaikan, hubungan antara anggota kelompok tersebut juga akan semakin baik.
2.3 Aturan-aturan Dalam Permainan Lipan atau Kelabang Buta
1. Golongan umur
Permainan ini dapat dilakukan oleh anak uia8 tahun hingga dewasa.
2. Tempat pelaksanaan dan jumlah pemain
Permainan ini dapat dilakukan diluar atau didalam ruangan, namun meskipun dapat dilakukan didalam ruangan ruangan tersebut harus memenuhisyarat untuk bisa melalukan permainan yakni minimal lapangan berukuran 9x9 m2 untuk jumlah anggota 6-8 orang tiap jumlah timnya.
3. Waktu Pelaksanaan
Permainan ini berlangsung sesuai dengan lama tidaknya tim menyelesaikan tantangan, yakni mengumpulkan benda yang telah ditentukan benda yang telah ditentukan sesuai dengan jumlah anggota tiap tim.
4. Alat yang diperlukan dalam permainan:
1. Golongan umur
Permainan ini dapat dilakukan oleh anak uia8 tahun hingga dewasa.
2. Tempat pelaksanaan dan jumlah pemain
Permainan ini dapat dilakukan diluar atau didalam ruangan, namun meskipun dapat dilakukan didalam ruangan ruangan tersebut harus memenuhisyarat untuk bisa melalukan permainan yakni minimal lapangan berukuran 9x9 m2 untuk jumlah anggota 6-8 orang tiap jumlah timnya.
3. Waktu Pelaksanaan
Permainan ini berlangsung sesuai dengan lama tidaknya tim menyelesaikan tantangan, yakni mengumpulkan benda yang telah ditentukan benda yang telah ditentukan sesuai dengan jumlah anggota tiap tim.
4. Alat yang diperlukan dalam permainan:
- Tepung/Kapur yang digunakan untuk membuat rumah atau kepala dari lipan. Kepala lipan berbentuk lingkaran dengan diameter 30cm. Kepala lipan ini nantinya ditempati oleh ujung lipan yang tidak ditutup matanya.
- Salendang, yang digunakan untuk menutup ujung lipan. Selendang yang digunakan usahakan berwarna hitam atau berwarna gelap sehingga pemain yang ditutup matanya dengan salendang tidak dapat mengintip ketika seadang bermain.
- Pita, yang digunakan untuk benda yang akan ditempatkan oleh ujung lipan yang ditutup matanya. Jika tidak ada selain pita juga dapat digunakan benda-benda lain sesuai dengan kesepakatan pemain.
2.4 Langkah-Langkah Dalam Permainan Lipan atau Kelabang Buta
Dalam bermain, dibutuhkan satu orang sebagai instruktur pemin. Disekolah instruktur pemain ini adalah guru yang nantinya bertugas untuk mengatur danmenguasai semua jalannya permainan. cara bermain Lipan atau Kelabang Buta adalah sebagai berikut:
2.5 Permainan Lipan atau Kelabang Buta dalam Pembelajaarn di Kelas
Permainan ini dapat dimainkan karena dapat membantu anak agar menegnal teman sebayanya, dan pada permainan ini juga dapat meningkatkan keterampilan anak motorik anak.
DAFTAR PUSTAKA
http://setyani14.blogspot.com/2012/11/cublak-cublak-suweng.html
http://mantraitemdoeloe.blogspot.co.id/2011/04/cublak-cublak-suweng.html
http://catatanNimnim.blogspot.co.id2016/08/cublak-cublak-suweng.html
ikadekwinaya.blogspot.co.id/2014/01/permainan-lipankelipang-buta.html
Dalam bermain, dibutuhkan satu orang sebagai instruktur pemin. Disekolah instruktur pemain ini adalah guru yang nantinya bertugas untuk mengatur danmenguasai semua jalannya permainan. cara bermain Lipan atau Kelabang Buta adalah sebagai berikut:
- Instruktur menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan terlebih dahulu.
- Kumpulkan semua peserta, minta mereka untuk berdiri bebas.
- Bagilah peserta menjadi kelompok-kelompok setiap kelompok beranggotakan 6-8 orang (jumlah kelompok ideal adalah 2 kelompok). Setiap kelompok dipersilahkan untuk menentukan nama kelompoknya dengan nama kelompok yakni nama-nama hewan seperti bebek, ayam, jangkrik, anjing, dan sebagainya.
- Minta masing-masing kelompok untuk berkumpul dan berbanjar. Ujung yang satu berdiri dilingkaran, ujung yang lai tutup matanya dengan salendang, sedangkan setiap kelompok bergandengan tangan saling bertautan dengan teman sebelahnya.
- Instruktur memulai permainan.
- Tugas dari pemain yang ditutup matanya adalah untuk menemukan pita (dengan arahan anggota lain) telah disebar sebelumnya oleh instruktur. Selanjutnya pita yang telah ditemukan diserahkan/dikalungkan kepada setiap anggotanya dimulai dari kepala Lipan yang tidak boleh bergerak, kemudian anggota disebalahnya. Demikian seterusnya secara berurutan sehingga semua anggota telah mendapatkan pita. Untuk ujung Lipan yang ditutup matanya (kepala Lipan Buta) dipasangkan oleh kepala lipan yang diam dirumah. Jika pemasangan pita tidak dilakukan secara berurutan, maka kelompok tersebut dinytakan gugur. Teknis pemberian benda yankni pemain yang ditutup matanyadan pemain yang akan mendapat giliran untuk diberikan benda dapat berkomunikasi dengan meneriakkan suara hewan yang menjadi kelompoknya. Seperti bebek bersuara kwek kwek, jangkrik bersuara krik krik, dan kambing bersuara mbekk mbekk.
- Kelompok yang telah mengumpulkan pita sesui dengan jumlah kelompok disuruh berbaris lurus dan setiap peserta dari kelompok tersebut harus berteriak secara serempak sesuai dengan suara nama kelompoknya sebagai tanda menyelesaikan tugas, kemudian kelompok tersebut keluar mpenjadi pemenang.
2.5 Permainan Lipan atau Kelabang Buta dalam Pembelajaarn di Kelas
Permainan ini dapat dimainkan karena dapat membantu anak agar menegnal teman sebayanya, dan pada permainan ini juga dapat meningkatkan keterampilan anak motorik anak.
DAFTAR PUSTAKA
http://setyani14.blogspot.com/2012/11/cublak-cublak-suweng.html
http://mantraitemdoeloe.blogspot.co.id/2011/04/cublak-cublak-suweng.html
http://catatanNimnim.blogspot.co.id2016/08/cublak-cublak-suweng.html
ikadekwinaya.blogspot.co.id/2014/01/permainan-lipankelipang-buta.html

0 komentar:
Posting Komentar