Penggunaan Bahasa Indonesia Didaerah 3T 4P

Banyak masyarakat Indonesia yang berada di 3T 4P yang tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia ataupun tidak mengerti penerapan bahasa Indonesia dengan baik. Faktor yang mengakibatkan masyarakat 3T 4P tidak memahami bahasa indonesia dengan baik adalah karena letak geografis dan topografi yang sulit dijangkau oleh akses transformasi dan komunikasi.
Dari hasil studi yang dilakukan oleh Summer Institute of Linguistic (SIL) Internasional, menemukan bahwa 90% masyarakat di daerah tersebut kesulitan untuk menangkap arus informasi pendidikan. Country Directur SIL Veni menguturkan, karena itu penggunaan bahasa sangat penting untuk digunakan sebagai pengantar dalam proses pembelajaran.
Hambatan mereka di daerah tersebut adalah basaha Indonesia, karena ketika proses pembelajaran disampaikan bukan dengan menggunakan bahasa Ibu atau bahasa daerah, maka beban mereka bertambah. Kendala bahasa dalam proses pembelajaran, paling banyak ditemui di daerah Papua. Diketahui bahwa sebagian besar penduduk asli bagian Barat adalah penurur bahasa Ibu. Total Papua dan Papua Barat memiliki 275 ragam bahasa yang berbeda.


DAFTAR PUSTAKA
Http://Ikhtisar-ku.blogsop.com/2014/12/penggunaan-bahasa-indonesia-di-daerah.html?m=1
Http://news.okezone.com/read/2015/08/28/65/1204177/90.

Apakah Bahasa Indonesia Mampu Menjadi Bahasa Internasional

Menurut pendapat saya, orang lebih menyukai bahasa Inggris karena sudah sampai kepada bahasa internasional selain itu mereka juga menggap bahasa Inggiris itu keren, pintar, dan gaul. Apalagi diera globalisasi sekarang ini semua orang berlomba-lomba menggunakan bahasa Inggris untuk memudahkan mereka berkomunikasi di skala internasional. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa Indonesia juga memiliki peluang untuk menjadi bahasa Internasional. Peluang Indonesia dinilai cukup besar apabila dibandingkan dengan berbagai bahasa benua di Eropa dan PBBI juga baru menolak bahasa Jerman menjadi bahasa internasional. Karena, hanya dipakai di Jerman saja. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan dirumpun melayu, bahasa Indonesia juga banyak digunakan di Timur Tengah.

Fungsi dan Ragam Bahasa

A. Fungsi Bahasa

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggan kebangsaan, lambang identitas nasional, alat perhubungan antar bangsa, dan bahasa kenegaraan.

  1. Lambang Kebanggan Kebangsaan. Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebanggan ini, bahasa Indonesia kita pelihara dan kita kembangan, dan rasa kebanggaan memakainya senantiasa yang kita bina
  2. Lambang Identitas Nasional. Bahasa Indonesia kita junjung disamping bendera dan lambang Negara kita. Didalam melaksanakan fungsi ini, bahasa Indonesia tenrulah harus memiliki identitasnya sendiri sehingga ia serasi dengan lambang kebanggan kita yang lain. Bahasa Indonesia dapat memiliki identitas apabila masyarakat sebagai pemakai membina dan mengembangkannya sedemikian rupa sehingga bersih dari unsur-unsur bahasa lain yang benar-benar tidak diperlukan.
  3. Alat Pemersatu Bangsa. Berkat adanya bahasa nasional, kita dapat berhubungan antar satu dengan lain sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman akibat perbedaan latar belakang sosial budaya dan  tidak perlu dikhawatirkan. Kita dapat bepergian dari plosok satu ke plosok yang lain ditanah air kita dengan hanya memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi.
  4. Sebagai Bahasa Kenegaraan. Didalam kedudukan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan alat kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

B. Ragam Bahasa
  1. Ragam Tulis, adalahh tulisan yang disampaikan dalam bentuk kelimat yang ditulis dengan benar sehingga pembaca tulisan dapat memahami maksud tulisan itu.
  2. Ragam Lisan, adalah adalah cara menyampaikan sebuah bahasa menggunakan ucapan langsung, beriontasi dan diperkuat oleh gerakan tubuh.
  3. Ragam Baku, adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakaiannya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya.
  4. Ragam Tidak Baku, adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku.
  5. Ragam Baku Tulis, adalah ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku-buku pelajaran atau buku-buku ilmiah lainnya.
  6. Ragam Baku Lisan, adalah ragam yang bergantung pada besar atau kecilnya ragam daerah yang terdengar dalam ucapan. Seseorang dapat dikatakam berbahasa lisan yang baku apabila dalam pembicaraannya tidak terlalu menonjol pengaruh logat daerahnya.

DAFTAR PUSTAKA
Zulkifli.2012.bahasa indonesia.Tarakan
Arifin Zaenal.2004.cermat berbahasa Indonesia.Jakarta:Akademika pressindo

Hakikat Bahasa

A. Pengertian Hakikat Bahasa

Hakikat bahasa adalah alat yang sistematis untuk menyampaikan gagasan atau perasaan dengan memakai tanda-tanda, bunyi, gesture yang berkaitan dengan mimic atau tanda-tanda yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami.


B. Unsur-Unsur Bahasa
  1. Bahasa adalah sebuah sistem. Kata sistem sudah bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan makna atau cara aturan, seperti dalam kalimat "kalau tahu sistemnya, tentu tahu mengerjakannya". Jadi sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna.
  2. Bahasa adalah lambang. Bahasa sebagai lambang sebenarnya berkaitan dengan lambang itu sendiri, didalam bahasa yang mengikuti sistem itu adalah lambang. Semua huruf yang dipakai dalam setiap tulisan itu adalah lambang.
  3. Bahasa adalah bunyi Bahasa. Dengan bunyi pada bahasa adalah bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Jadi, bunyi yang bukan dihasilkan oleh alat ucap manusia tidak termasuk bunyi bahasa yang mengakibatkan telaah tentang bahasa atau linguistic memiliki cabang telaah bunyi yang disebut dengan istilah fenotik dan fonologi.
  4. Bahasa bersifat arbiter. Kata arbiter di artikan "sewenang-wenang, berubah-rubah, tidak tetap". Jadi, arbiter adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut.
  5. Bahasa itu bermakna. Salah satu sifat hakiki dari bahasa adalah bahasa itu berwujud lambang, sebagai lambng tentu ada yang dilambangkan. Maka, yang dilambangkan adalah suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide, atau pikiran. Oleh karena itu lambang mengacu pada suatu konsep, ide, atau pikiran, maka dapat dikatakan bahasa mempunyai makna.
  6. Bahasa bersifat konvensional. Meskipun hubungan antara lambang dan bunyi dengan yang dilambangkan bersifat arbiter, tetapi penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional. Artinya, semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakili.
  7. Bahasa bersifat unik. Bahasa dikatakan bersifat unik artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki bahasa lainnya. Ciri khas ini menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat.
  8. Bahasa bersifat universal. Bahasa bersifat universal artinya ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada didunia ini. Misalnya, ciri universal bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan.
  9. Bahasa bersifat produktif. Kata produktif adalah bentuk ajektif dari kata benda produksi. Kata produktif adalag "banyak hasilnya", atau lebih tepat "terus-menerus". Jdi produktif meskipun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas, meskipun secara relatif, sesui dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.
  10. Bahasa bersifat variasi. Anggota masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri dari berbagai orang dengan berbagai status sosial dan latar belakang budaya yang tidak sama. Karena perbedaan tersebut maka bahasa yang digunakan menjadi bervariasi.

Apakah hewan memiliki bahasa


Hewan tidak memiliki kemampuan berbahasa sebagai media komunikasi sebagaimana manusia namun hewan punya cara lain untuk menyampaikan pesan kesesamanya.

Berikut beberapa cara hewan berkomunikasi:
  1. Komunikasi verbal, yaitu komunikasi menggunakan media untuk menyampaikan pesan. Contohnya kelelawar hewan yang aktif di malam hari menggunakan gelombang suara untuk berkomunikasi.
  2. Komunikasi non verbal, terdiri dari:
  • Gerakan isyarat yaitu, bentuk komunikasi terbaik yang diketahui bagian tubuh khusus atau pergerakan tubuh tertentu. Contohnya dari paruh induk camar memberikan sinyal kepada anak-anaknya.
  • Ekspresi wajah, yaitu isyarat wajah memainkan peran penting dalam komunikasi hewan. Contohnya anjing sebagai mengekspresikan marah lewat menyeringai dan memperlihatkan giginya.
  • Bau dan sinyal, yaitu berkomunikasi dengan mengeluarkan feromon untuk menyampaikan pesan.
  • Sentuhan, yaitu hewan yang mengungkapkan perasannya dengan saling bersentuhan tangan satu sama lain. Contohnya gajah yang saling mengaitkan belalainya sebagai bentuk berkomunikasi yang lebih dekat.
Diberdayakan oleh Blogger.

Waktu Anda Melihat