Fonologi

 TUGAS FONOLOGI

A. PENGERTIAN FONOLOGI

Asal kata fonologi, terdiri dari gabungan kata fon (yang berarti bunyi) dan logos (yang berarti ilmu). Dalam khazanah bahasa Indonesia, istilah fonologi merupakan turunan kata dari bahasa Belanda yaitu Fonologie. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa fonologi adalag bidang dalam linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut bunyinya. Dengan demikian fonologi merupakan sistem bunyi dalam bahasa Indonesia atau dapat juga dikatakan bahwa fonologi adalah ilmu tentang bunyi bahasa.

B. MANFAAT FONOLOGI DALAM PENYUSUNAN EJAAN

Ejaan adalah  peraturan penggambaran atau pelambangan bunyi ujar suatu bahasa. Karena bunyi ujar ada dua unsur, yaitu segmental dan suprasemental, maka ejaan pun menggambarkan atau melambangkan kedua unsur  bunyi ujar tersebut.
Tata cara penulisan bunyi ujar (baik segmental maupun suprasemental) ini bisa memanfaatkan hasil kajian fonologi, terutama hasil kajian fonemik terhadap bahasa yang bersangkutan. Sebagai contoh, ejaan bahasa indonesia yang selama ini telah diterapkan dalam penulisan memanfaatkan hasil studi fonologi bahasa indonesia, terutama yang berkaitan dengan pelambangan fonem. Oleh karena itu, ejaan bahsa indonesia dikenal dengan istilah ejaan fonemis.

C. BAGIAN FONOLOGI

 Fonologi dalam tataran ilmu bahasa dibagi menjadi dua bagian yakni:
1. Fonetik
Fonetik mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fenom sebuah bahasa direalisasikan atau dihafalkan, fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan dan pengucapan bahasa. Dengan kata lain, fonetik adalah bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suatu bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia.
Berikut macam-macam fonetik:
  • Fonetik artikulatoris disebut juga fonetik organis atau fonetik fisiologis, yaitu meneliti bagaimana bagaimana buyi-bunyi bahasa itu diproduksi oleh alat-alat ucap manusia. Pembahasannya antara lain meliputi masalah alat-alat ucap ang digunakan dalam memproduksi bunyi bahasa itu; mekanisme arus udara yag digunakan dalam memproduksi bunyi bahasa; bagaimana bunyi bahasa itu dibuat.
  • Fonetik akustik,yang objeknya adalah bunyi bahasa ketika merambat diudara, anara lain membicarakan: gelombang bunyi beserta frekuensi dan kecepatannya ketika merambat diudara, spektrum, tekanan, dan intensitas bunyi.
  • Fenetik auditori, yaitu meneliti bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu diterima oleh telinga, sehingga bunyi-bunyi itu didengar dan dapat diphami. Dalam hal ini tentunya pembahasan mengenai struktur dan fungsi alat dengar, yang disebut telinga.
2. Fonemik
Fonemik adalah ilmu bahasa yang membahas bunyi-bunyi bahasa yang berfungsi sebagai pembeda makna. Dengan demikian fonemik merupakan ilmu yang mempelajari dan menyelidiki kemungkinan-kemungkinan, bunyi ujaran yang manakah yang dapat mempunyai fungsi untuk membedakan arti.

   Ada bebarapa istilah yang berkaitan dengan fonologi:
  • Fona adalah bunyi ujaran yang bersifat netral atau masih belum terbukti membedakan arti.
  • Vokal adalah fonem yang dihasilkan dengan menggerakkan udara keluar tanpa rintangan. Dalam bahasa, khusunya bahasa Indonesia terdapat huruf vokal. Huruf vokal merupakan huruf-huruf yang dapat berdiro tunggal dan menghasilkam bunyi sendiri. Huruf vokal terdiri atas a, i, u, e, o.
  • Konsonan adalah fonem yang dihasilkan dengan menggerakkan udara keluar dengan rintangan. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan rintangan adalah terhambatnya udara keluar oleh adanya gerakan atau perubahan posisi artikulator. Terdapat pula istilah hirif konsonan, yaitu huruf-huruf yang tidak dapat berdiri tunggal dan membutuhkan keberadaan huruf vokal untuk menghasilkan bunyi. Huruf  konsonan terdiri atas b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
  • Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang bersifat fungsiona, artinya satuan memiliki fungsi untuk membedakan makna. Fenem tidak dapat berdiri sendiri karena belum mengandung arti. Fonem dalam sebuah istilah linguistik merupakan satuan terkecil dalam sebuah bahasa yangmasih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fenem berbentuk bunyi misalnya dalam bunyi bahasa Indonesia bunyi K dan G merupakan dua fonem yang berbeda, mislnya dalam kata "cagar" dan "cakar". Sebaliknya dalam bahasa Indonesia bunyi F,V dan P pada dasarnya bukanlah tiga fonem yang berbeda. Kata provinsi bila dilafazkan menjadi "propinsi", "profinsi" atau "provinsi" akan tetap sama. Fonem tidak memiliki makna, tapi perannya dalam bahasa sangat penting karena fomem dapat membedakan makna. Misalnya saja fonem L dan R. Jika kedua fonem tersebut berdiri sendiri, pastilah kita akan mengkap makna. Akan tetapi lain halnya jika kedua fonem tersebut kita gabungkan dengan fonem ainnya seperti M, A, dan h , maka fonem L, R, bisa membentuk makna "marah" dan "malah". Terjadinya perbedaan makna hanya karena pemakaian fonem B, dan P pada kata tersebut. Contoh lain:mari, lari, dari, tari, sari, jika satu unsur diganti dengan unsur lain maka akan membawa akibat yang besar yakmi perubahan arti.

D. PROSES PEMBENTUKAN BUNYI 
  
Pada dasarnya bunyi bahasa adalah getaran atas benda apa saja karena adanya energi yang bekerja. Sarana utama yang berperan dalam proses pembentukan kata adalah:
  1. Arus Suara, yang menjadi sumber energi utama pembentukan bunyi bahasa merupakan hasil kerja alatatauorgan tubuh yang dikendalikan oleh otot-otot tertentu atas perintah syaraf-syaraf otak.
  2. Pita Suara, merupakan sumber bunyi yang bergetar atau digetarkan oleh udara yang keluar atau masuk ke paru-paru. Pita suara terletak dalam kerongkongan pada posisi mendapat dari muka ke belakang.
  3. Alat Ucap, yaitu alat yang digunakan untuk mengahasilkan buyi bahasa yang mempunyai fungsi uatama lain yang bersifat fisiologis. Misalny paru-paru untuk bernafas, lidah untuk mengecap dan gigi untuk mengunyah. Alat ucap yang dibicarakan dalam proses memproduksi bunyi bahasa dapat dibagi menjadi tiga komponen: (a) komponen suprsglotal, (b) komponen subglotal, (c) komponen laring.


DAFTAR PUSTAKA
Chaer,Abdul.2013.Fonologi Bahasa Inonesia:Jakarta:Bhinneka Cipta

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Waktu Anda Melihat